Assalamualaikum Wr.Wb.

Selamat Lebaran Saya berserta keluarga mengucapkan Minal Aidin Wal Fa Idzin. Mohon maaf lahir dan bathin atas kekhilafan maupun kesalahan yang sengaja maupun tidak.

Kebetulan Ramadhan ini saya sempat bekerja sama dengan Delta FM dan bertemu dengan dua wanita hebat yang punya ide Diary Dewi. Setelah ngobrol2 dan bertukar pendapat Mba Bondan dan Mba Leli akhirnya bantu saya merangkum kata2 yang berdasarkan pengalaman dan proses hidup yang berlika-liku dan penuh dengan ujian. Ini adalah hasil dari Dear Dairy. Dengan rendah hati mudah2an ada manfaatnya dan selamat menikmati…

Walaikumsalam Wr.Wb.

Xoxo,

Dewi Sandra

Dear Diary…

Gak tau kenapa, saya selalu happy kalo ngomongin “jalan-jalan”. Apalagi kalo jalan-jalannya gak sekedar jalan-jalan biasa, seperti perjalanan saya bersama suami melaksanakan ibadah Umroh berdua untuk yang pertama kalinya. Bagi kami, inilah perjalanan ibadah dengan hati yang damai, karena niat tulus ingin mendekatkan diri kepada Allah, ingin melihat sejarah Nabi dan Rasul, dan ingin mengenalkan Mesjid Nabawi di Madinah kepada suami saya. Alhamdulillah.. kami betul-betul menikmati perjalanan umroh ini.

Satu hal yang menarik dalam perjalanan kami, ketika bertemu dengan dua ibu-ibu asal Indonesia yang tersesat, mereka terpisah dari rombongannya ditengah malam. Lucunya, ditanyain apa aja, kedua ibu ini cuma jawab gini : “Ndak Tau”, dengan logat Jawa nya yang medok. Saya dan suami coba nyari tau rombongan mereka, untungnya ada nomer telfon rombongannya di ID Card mereka, tapi sayang banget, telfonnya nggak diangkat. Makin bingung kan saya, mau dibawa kemana nih ibu-ibu. Suami saya bilang gini : kita antar aja mereka ke kantor polisi, biar lebih jelas… Tapi gak tau kenapa, mau ninggalin mereka , kok hati kami belum tenang, akhirnya kedua ibu itu kami ajak ke hotel kami, dan syukurnya travel kami bisa mengantar mereka kembali ke hotel mereka menginap. Ahhh leganya hati saya dan suami…

But, over all… Ibadah Umroh memang perjalanan yang benar – benar membuka hati, jiwa, menambah ilmu dan menunjukkan kita sebenarnya, apa, siapa dan mau kemana……

Dear Diary…

Saya percaya banget kalo kebiasaan – kebiasaan baik akan membawa banyak kebaikan juga dalam kehidupan kita. Seperti juga dalam sebuah pernikahan. Contoh sederhananya kayak Saya dan Agus, yang punya kebiasaan untuk saling bertanya, sharing dan menjaga komunikasi agar terbuka. Karena itu sangat penting bagi pasangan manapun.

Saya yakin, kalo kita punya rahasia, yang tadinya masalah kecil bisa jadi besar dan ini bisa jadi “Snow Ball”. Alhamdulillah Agus orangnya sangat komunikatif, sedangkan saya cukup ekspresif, mudah-mudahan sih kami berdua bisa selalu “ketemu” ya, meskipun gak memungkiri kalo “we are two different people,” tapi itulah yang menarik buat saya dan Agus.

Kami punya visi dan misi, kalo menikah itu ibadah dan tujuan kami pengen sama-sama di satu titik, Insya Allah dua-duanya bisa masuk surga. Meski kami sering cekcok, tapi semua itu dikalahkan oleh visi dan misi kami berdua. Bagi saya dan Agus saling mengalah itu sangat penting, belajar saling menerima kelebihan dan kekurangan masing- masing adalah dasar yang kuat dalam rumah tangga.

Dear Diary…

Pernah denger “pengalaman adalah guru yang terbaik”, itu betul banget… dan saya yakin hampir semua orang punya pengalaman sendiri-sendiri. Saya punya pengalaman yang sangat unik, apalagi untuk masalah percintaan. Mungkin saya pernah berada dititik jenuh untuk urusan pernikahan, dan saya sangat gak siap untuk balik ke masa kelam itu… Tapi kalo memang jodoh, Allah pasti menunjukkan jalannya. Karena sebagai manusia saya wajib berusaha dan berdoa..berdoa..dan berdoa….Hingga akhirnya saya ketemu dengan Agus yang sporty dan anak gaul, sedangkan saya orang yang kerja di entertainment business dan homy banget, agak kaget juga saya dan Agus bisa “nyambung”, tapi kalo Allah udah menentukan tentu slalu ada jalannya. Dan Alhamdulillah, pertemuan kami berjalan dengan proses yang sangat alami. Saya dan Agus bisa ngobrol banyak, karena kebetulan kami baca buku yang sama, judulnya “The Monk Who Sold His Ferrari”.

Dari situ, saya dan Agus mulailah janjian, ketemuan dan kami melalui proses yang sangat menyenangkan. Saya yakin siapapun yang jadi pendamping hidup saya, dia adalah orang dengan hati yang luar biasa untuk menerima saya apa adanya dan dia harus menjadi sosok imam yang saya cari-cari selama ini.

Kalo banyak orang bilang, di Jakarta mungkin sulit untuk mencari sosok suami dan imam yang saya inginkan, tapi ternyata itu bukanlah hal yang mustahil, dan saya mendapatkan sosok itu pada Agus. I love u Agus…Thanks Allah…

Dear Diary…

Berhijab itu sebenernya perjalanan hidup saya di akhir tahun 2012 ini. Entah karena faktor umur, atau memang karena mulai risih pake’ rok mini dan baju-baju yang seksi. Awalnya sih karena gw sendiri mulai gak nyaman kalo pake kostum yang “seksi” saat manggung, makin dipaksain makin gak enak. Akhirnya untuk pemilihan baju, gw udah mulai saklek, pake body suit lah, pake’ stocking, atau pake’ layer.

Petunjuk Allah datang ketika kita mencari, petunjuk Allah akan datang kalo kita berusaha, is not by magic, but it comes…bukanlah sebuah keajaiban tapi tetap ada…

Sampai akhirnya suatu hari, saya punya buku yang cukup tebel, disitu ada ayat yang menyatakan tentang wanita muslimah dan cara berpakaiannya. Langsung saya buka buku itu, saya baca dan ternyata…. slama ini salah banget, 180 derajat, and I think I’m in trouble. Baca..baca..baca…tapi saya ngerasa waduuh banyak rintangannya nih, banyak godaannya. Tapi kan smuanya kembali pada diri kita masing-masing, semua juga pilihan masing-masing, gak bisa dipaksakan, karena itu adalah panggilan hati, kalo dibilang hidayah, yang akhirnya saya tahu setelah berhijab, hidayah itu adalah petunjuk.. So at the end of 2012, saya duduk dirumah setelah sholat, saya cuma niat, ya Allah kuatkan niat saya, dan tolong supaya saya nggak salah jalan, atau bukan karena emosi atau karena apapun, you lead me, I surrender. Then I email my manager, karena manager saya lagi di Korea, dan kita mau perpanjang kontrak, yang bikin ngiler lah. Tapi kalo kita kejar duniawi gak pernah ada habisnya, karena saya sedang mempersiapkan akhirat… InsyaAllah…

Dear Diary…

Change is always difficult in the beginning, but you learn and you do, and eventually you get to hang of it, that’s what I believe. Dalam setiap perubahan selalu sulit diawalnya, tapi jika kita mau belajar dan mengerjakannya, dan akhirnya kita bisa bertahan. Sekarang ini saya seperti gelas yang sangat kosong, yang butuh disiram tiap hari. Hal yang sama saya lakukan, saat 15 tahun yang lalu dalam dunia musik dan dunia lain yang saya tekuni. Saya juga nol banget kan. Sama dengan berhijab, tadinya saya belum ngerti berhijab, trus saya bertanya pada orang yang mengerti, karena itu menjadi ilmu, bekal saya. Karena semua yang terjadi dalam kehidupan kita, gak bisa kita tahu sampai kita mengerjakannya sendiri. Because everybody has their own spiritual journey, their own physical journey, their own mental journey, yang harus dijalani sendirinya, tapi kalo kita menjalaninya dengan iman dan yakin , InsyaAllah semuanya berjalan dengan lancar. Saya hanya beriman, niat saya baik, mudah-mudahan apa yang saya dapet juga baik, kalo misalnya masalah pekerjaan, banyak tawaran berbeda setelah saya berhijab, semua diluar dugaan saya, yang bikin shock therapy buat saya dan manager saya.

Saya hanya ingin belajar, karena dalam hidup ini kita wajib belajar…Kalo kita gak mau belajar, you’ll gonna stay on the one spot and you’ll never grow. Kita akan tetap berada di satu titik dan tidak pernah tumbuh….

Dear Diary…

Ahhh senengnya hari ini saya ketemuan sama sahabat- sahabat saya, cewek-cewek yang seruu banget. Dalam sebulan, biasanya saya slalu nyempetin untuk ketemuan sama-sama sahabat-sahabat terbaik saya. Obrolan kami sih biasanya seputar curhat cewek-cewek yang sehari-hari banget, kayak ngomongin masakan lah, harga bawang, masalah kerjaan, sampe masalah keluarga. Biasanya kalo udah ngobrol gitu, saya suka sampe lupa waktu. Gak berasa kalo ketemuan sama mereka.

Sahabat – sahabat saya ini memang sangat beragam karakternya, ada yang eksplosif, ada yang fun banget, ada yang cool, ada yang easy going, dan ada yang lucuuu banget.

Saya ngerasa sahabat-sahabat itu adalah hal penting dalam perjalanan wanita untuk menjadi wanita yang baik dengan lingkungan yang tepat.

Karena dengan lingkungan yang positif, otomatis akan memancarkan dan memberi energi yang positif juga untuk kita, tapi kalo energi yang negatif, sadar gak sadar, mau gak mau akan kebawa ke arus yang sama. Sahabat-sahabat saya mungkin gak terlalu banyak tapi sahabat-sahabat yang saya punya adalah sahabat yang penting dalam perjalanan hidup saya.

Dear Diary…

Perbedaan memang selalu ada dalam sebuah pernikahan, karena pernikahan adalah menyatukan perbedaan antara dua manusia secara keseluruhan baik dari hal yang besar sampai hal yang kecil, bahkan untuk urusan perut, inilah yang kadang- kadang jadi perbedaan diantara saya dan suami. Tapi ini juga yang sebenernya yang bikin pernikahan kami unik & menarik.

Untuk urusan perut, saya suka banget masak, terutama menu Western ‘ala saya sih….karena menurut saya masakan Western atau Barat ini bumbunya simple, sangat sederhana, jadi masaknya jauh lebih gampang. Bukannya saya mengecilkan masakan Indonesia ya… tapi karena untuk saya, masakan Indonesia itu emang susah, banyak sekali bumbunya yang khas, jadi dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi untuk masak masakan Indonesia.

Nah… suami saya kan asli Betawi tuh ya, meskipun saya punya darah Betawi juga siih. Tapi suami saya bener-bener full Betawi, jadi kalo makan paling suka pake’ pete, sayur asem, tempe tahu, plus ikan jambrong, itu menu favorit suami saya. Kalo saya maunya ada hamburger, salad, pasta, pokoknya bervariasi deh ya… karena satu-satu nya yang bisa saya masak adalah masakan Barat. Jadi pelan-pelan suami saya beradaptasi dengan makanan saya. Awalnya sih dia kurang suka, karena gak biasa, tapi karena tiap hari saya bikinin, lama-lama dia mulai terbiasa.

So my husband should try to eat my food, kasian deh suami saya dipaksa makan salad melulu…. So far…yang namanya adaptasi memang dibutuhkan dalam pernikahan Saya dan Agus, karena kami ingin menyatukan tujuan kami berdua. Insya Allah…karena cinta, semua bisa diatasi….

Dear Diary…

Kalo ngomongin tentang keluarga, entah kenapa saya selalu “Happy”… sangat bahagia.. Karena saya punya background yang sangat menyenangkan…”Interesting Background”. Ayah saya adalah orang Inggris full, tapi akhirnya dia muallaf diakhir hidupnya. Ibu saya asli Betawi Jogja, jadi sangat-sangat Indonesia, kombinasi budaya Barat dan Timur sangat terasa dalam keluarga saya. Dimana ibu saya sangat ramah, sangat sosial, sedangkan ayah saya sangat disiplin, sangat on time dan sangat spesifik untuk apapun pekerjaannya.

Alhamdulillah… Saya dilatih untuk menerima perbedaan sedini mungkin, yang menurut saya hal itu sangat positif meskipun kadang-kadang dilematis juga, tapi karena itulah… akhirnya kami menjadi keluarga yang diplomatis.

Ayah saya selalu mendukung anak-anakya menjadi anak-anak yang kritis. Contoh kecilnya : disaat saya ingin memilih A, o ya silakan,. You have to know, and you have to be responsible to whatever you choose. Kalo salah atau benar.. yah, tanggung sendiri resikonya.

Jadi Ayah saya bukanlah karakter orang tua yang akan bilang gini : “ Jangan nak…jangan….nanti biar kami bantu”, itu nggak ayah saya banget.

Saya masih ingat yang ayah saya katakan : “ Out of the house, you have to be support yourself”, kamu harus mandiri, harus bertahan di dunia yang keras ini. I love u dad….

Dear Diary…

Paling seru kalo liat orang mudik saat Lebaran…Apalagi kalo makna nya “dalem” selain bisa jalan-jalan, bisa silaturahmi, dan bisa belajar banyak hal…That’s why I love travelling, saya suka banget jalan-jalan. Karena buat saya travelling itu sangat menarik dan menyenangkan, saya bisa melihat sejarah dan budaya dari negara yang saya kunjungi dengan beragam keunikannya, juga memiliki “warna”nya masing-masing. Dari situ saya bisa melihat kebesaran Allah. Subhanallah….

Saat travelling, saya jadi sadar, ternyata ada orang yang sipit, ada orang yang kulit nya jauh lebih gelap dari yang biasanya saya lihat. Sangat bervariasi, apalagi dari makanannya, saya bisa ngerasain makanan yang berbeda, dan akan ngerti latar belakang dari negara tersebut.

Dan yang paling penting, saya jadi tau segala hal tentang kehidupan mereka dari travelling. Alhamdulillah… 15 tahun keliling Indonesia, saya merasa Indonesia sangat luuuaaas dan sangat beragam, sehingga kita harus dan wajib bangga dengan apa yang kita miliki.

Sedih ya… kalo perbedaan itu jadi pemicu dimana kita memaksakan satu kultur atau satu budaya untuk kemudian dipertentangkan. Padahal harusnya kita mensyukuri perbedaan itu dan menerima nya sebagai ketentuan yang sudah digariskan Allah dan melihat itu sebagai bagian dari kebesaran Allah..

We have to embrace it, and learn from it and support one another.. Kita harus belajar dari perbedaan tersebut..saling merangkul dan saling mendukung..

Dear Diary…

Alhamdulillah….saya bisa bertemu lagi di bulan Ramadhan. Karena bagi saya Ramadhan adalah bulan yang istimewa, nggak hanya buat saya tapi juga buat umat muslim lainnya.

Kalo dipikir-pikir di sebelas bulan lainnya, biasanya saya lebih banyak meluangkan waktu untuk kerja..kerja..dan kerjaaa…. Sedangkan saat bulan Ramadhan, saya punya kesempatan lebih banyak untuk ibadah.

Biasanya sih… saya akan memilih untuk nggak bekerja sama sekali, karena saya ingin fokus untuk ibadah… ibadah dan ibadah…

Rasanya menyenangkan sekali saat Ramadhan, saya jadi punya kesempatan untuk bersilaturahmi dengan keluarga yang selama ini terabaikan. Dan saya merasa sangat beruntung bisa kumpul dengan saudara-saudara saya, adik-adik saya, dan orang tua saya.

Karena kesempatan seperti ini sangat langka buat saya, juga untuk beberapa temen saya yang susah banget ngumpul bareng keluarganya, saking sibuknya kerja.

Ahh bahagianya saya bisa buka puasa bareng, tarawih bareng, dan ngobrol bareng keluarga rame- rame. Saya gak pernah ngelewatin kesempatan itu…

Eitsss…saya juga punya makanan wajib loo saat buka puasa, harus ada es kelapa atau es apa aja lah ya… dan ini yang paling penting…gorengan harus slalu ada. Nyaaammmm….

Benar.. kalo orang bilang “Ramadhan itu bulan penuh berkah”, tapi berkah Ramadhan buat saya adalah silaturahmi dengan keluarga, ooohhh how I love Ramadhan…..

Dear Diary…

Saya seneeeeng banget kalo lebaran akan tiba…yesss…Lebaran sebentar lagi.. Rasanya bahagia banget bisa bertemu dan meraih hari kemenangan setelah menjalani puasa Ramadhan selama sebulan penuh, kita sudah berhasil menahan godaan yang ada, baik godaan fisik atau mental, Dan buat saya, ini menentukan sekali, berharap mudah-mudahan, saya bisa naik satu step lagi meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa.

Dari sekian banyak hal yang menyenangkan saat Lebaran. Ada hal lain yang bikin saya sedih, yaitu ketika saya harus berpisah dengan Ramadhan….karena bagi saya makna Idul Fitri yang sesungguhnya adalah : setelah Lebaran nanti, apakah saya tetap bisa menjalani ibadah dengan baik layaknya di bulan Ramadhan, menginagt Tuhan setiap hari, dan bisa tetap “lurus” dijalanNya… Karena sebenernya tantangannya itu bukanlah saat Ramadhan, karena di bulan Ramadhan lingkungannya sangat mendukung, sangat kondusif…. Tapi the real challenge is after Lebaran, yes… tantangannya setelah Lebaran, apakah kita bisa mempertahankan segala ujian-ujian kehidupan untuk dilewati, that’s the challenge and you go to another level. Disitulah tantangannya dan kita akan naik ke level berikutnya… Dan ini yang paling penting buat saya, apakah saya masih bertemu dengan Ramadhan di tahun yang akan datang? InsyaAllah ….Perkenankan saya bertemu kembali Ya Allah…

Dear Diary…

Setiap orang tentu punya tujuan hidup, seperti juga saya.Tapi, tujuan hidup saya dan tujuan hidup sahabat saya, ataupun siapapun itu, pasti beda, gak mungkin sama.

Mungkin dulu tujuan hidup saya adalah mencapai sukses di karier, punya uang yang banyak dan semua yang serba duniawilah. Menurut saya sih saat itu, bagus-bagus aja dan gak ada yang salah denga tujuan hidup saya ini. Tapi makin kesini, tujuan hidup saya mulai berubah, tujuan hidup saya saat ini adalah ingin mencapai Surga…. InsyaAllah…

Walaupun katanya kita nggak boleh ya terlalu mengharap – harapkan, karena dikhawatirkan kita tidak tulus dan tidak ikhlas menjalani semua perintah Allah. Kayak gini nih contohnya, kalo saya baik sama orang, itu karena saya ingin masuk surga, bukan karena Allah.

Saya belajar lagi… oohh iya yaa… ternyata kita harus baik, dan itu harus dilatih oleh diri kita sendiri jika tujuan kita adalah Surga.

Saya percaya semua yang baik atau yang buruk datangnya dari diri kita sendiri, karena kita yang membentuk diri kita untuk menjadi manusia seperti apa yang kita inginkan.. dan yang lebih penting lagi.. yang diinginkan oleh Allah..

Dear Diary…

I’m like water, go with the flow…Saya seperti air yang mengalir aja…Karena yang namanya air selalu mengalir ke muara.

Sekarang ini saya gak punya target lagi… I’m just very happy with being a house wife, saya sangat bahagia menjadi seorang istri, ibu rumah tangga, dan saya sangat happy di usia 30…yaah tambah dikit laah…..yang penting saya bisa melewati semua perubahan ini yang sangat penuh tantangan tapi sekaligus menarik untuk saya.

Seperti ketika saya memulai memakai hijab, saya juga gak pernah punya target akan pake’ hijab di usia berapa, semua mengalir aja….tapi mengalir dari hati lo…

Karena saya percaya kita hidup ini, harus selalu belajar dan menerima kenyataan. Seperti menerima kenyataan, kalo yang namanya karier gak slalu diatas, tapi gak slalu dibawah, ikutin aja alurnya…

Begitu juga yang saya terapkan buat diri saya sendiri, misalnya nih : kalo memang hari ini tawarannya main film, ayooo…. kalo besok tawarannya nyanyi, ayoo aja…. Selama itu cocok dengan hati saya, saya akan menjalaninya dengan senang hati. Mudah-mudahan langkah yang saya ambil bermanfaat dan juga benar dimata Allah… Amiiin…

Dear Diary…

Banyak orang yang terganggu dengan pendapat orang lain. Menurut saya, memperhatikan pendapat orang lain harus disikapi secara positif.

Contohnya nih…Saya gak pernah melihat hijab yang saya pakai saat ini sebagai barrier atau “rintangan”, karena ini adalah pilihan yang saya ambil dan ini bukan karena apapun dan siapapun. Tapi ini semua datang dari saya sendiri, dan semata-mata Lillahita’ala. Saya gak peduli orang akan menerimanya atau tidak. Karena ini adalah pilihan saya. Saya yakin, cepat atau lambat, orang akan menerima saya “yang sekarang ini” dengan tangan terbuka.

Karena segala sesuatunya gak bisa dipaksain…. Ya kan…kalo itu memang harus terjadi, ya pasti terjadi. Semoga hijab bukanlah penghalang untuk melihat bakat seseorang yang sesungguhnya, kecerdasan yang dia miliki, kerja kerasnya, ataupun semangatnya untuk bekerja, itu semua tergantung pada orang itu sendiri. Satu-satunya masalah sekarang ini adalah, apakah orang-orang disekitar kita memberikan kesempatan dan bagaimana kita mengambil kesempatan itu dengan baik, atau menunjukkan kepada mereka bahwa kita layak mendapatkan kesempatan itu. Itulah yang saya percaya ..

Nah…kalo orang bilang, hidup itu penuh rintangan….bagi saya sih, hidup itu penuh tantangan. Karena semua itu tergantung dari bagaimana kita menyikapi hidup yang “complicated” ini…

Dear Diary…

Bahagia pasti jadi tujuan hidup semua orang, termasuk saya juga dong… Karena bahagia itu sederhana kok, seperti kita bisa menerima diri kita apa adanya, nggak pura-pura untuk menyenangkan orang lain, nggak pura-pura demi sesuatu… demi materi… atau demi apapun itu … Meskipun kita nggak punya apa-apa, kita teteap bahagia saat kita bisa tersenyum dengan tulus, kita bahagia dengan uang yang bertrilyun-trilyun ataupun tanpa uang sama sekali, yang penting happy. Yappp… bahagia itu adalah menjadi diri kita sendiri.

Kadang orang melihat kebahagiaan itu dari kaca matanya sendiri, jadi … ukuran kebahagiaan ditentukan oleh manusia.

Padahal kondisi yang berbeda-beda di antara manusia adalah bentuk kasih sayang Allah agar manusia bisa saling memberi, saling menyayangi dan hidup menjadi lebih bermanfaat.

Kebahagiaan itu ada di dalam hati, pada hati yang bisa melihat dan mensyukuri nikmat Allah. Nikmat dari Allah begitu banyak bahkan mungkin berserakan, karena semua orang bisa bahagia kalo dia mau, nggak ada manusia di muka bumi ini yang tidak mendapat nikmat dan rizki dari Allah. Kuncinya adalah saat dia bersyukur , dia pasti akan bahagia.

Dear Diary…

Siapa sih yang gak pernah melakukan kesalahan, saya yakin semua orang juga pernah melakukannya. Apalagi saya…tapi saya gak pernah menyesal dan putus asa, karena yang plg penting dalam hidup ini kalo kita bikin kesalahan, kita harus bangkit dan mau berusaha untuk memperbaiki diri.

Dimana kita harus yakin kalo kita melakukan sesuatu, ini adalah proses kita untuk belajar, apapun hasilnya itu, dan mudah-mudahan kita akan menemukan apa yang kita inginkan .

Ada pepatah yang bilang : “the winners never quit, the quitters never win”, artinya : untuk meraih kemenangan kita gak boleh menyerah karena kalo kita menyerah kita gak pernah menang, baik itu dalam kehidupan, dalam pernikahan, juga dalam karier. Karena kita harus tetap mencari dan mencari tujuan utama kita dalam hidup ini. Saya pernah melakukan kesalahan dalam perjalanan hidup saya dan saya sudah melewatinya…. Karena manusia nggak akan pintar, kalo gak pernah salah. Saya pernah di posisi itu sebelumnya dan perjalanan itu nggak enak sama sekali untuk diulangi lagi karena saya tahu konsekuensinya dan saya juga tahu apa yang akan terjadi kalo saya mengulanginya lagi…

Saya yakin semua orang punya jalannya sendiri-sendiri. Kita gak bisa memaksa a jadi b, b jadi a. Semua orang punya proses dan perjalanan hidupnya masing-masing. Perjalanan hidup saya mungkin gak akan sama dengan perjalanan hidup orang lain, there’s no two same journey.. Setiap orang punya perjalanan hidupnya sendiri yang sangat istimewa dan hanya mereka yang tau…

Dear Diary…

Sabar itu nggak bertepi…Ikhlas itu nggak berujung. Itu bener banget….karena hidup selalu penuh ujian, karena sebagai manusia yang mendapat ujian, kita wajib “Sabar”, “Ikhlas ” atau “Semua pasti ada hikmahnya”, ya kaan…

Sebenernya sih saya sebeel banget dengan 3 kalimat itu. Karena ini susah dikerjainnya… Nggak semudah yang kita bayangkan.

Tapi setelah saya menyadari, ya memang begitulah cara semua orang dibentuk. Seperti menjadi gelas yang kosong, sehingga kita selalu bisa menerima air yang masuk ke dalam cangkir kita. Kemudian kita meminumnya dan merasakannya.. Kadang terasa manis, kadang terasa mual, kadang juga terasa asiiin banget.

Kenapa kita dikasih ujian, kenapa kita dikasih cobaan atau kenapa kita harus melewati kesalahan – kesalahan itu. Karena itu semua untuk melatih kesabaran kita dan melatih keikhlasan kita. Apapun itu, sesuatu yang masuk ke tubuh kita, akan menyatu, akan bersama kita selamanya. Dan pada akhirnya kita akan bisa berbagi pengalaman kita dengan orang lain. InsyaAllah…Kita nggak akan pernah tahu rahasia-rahasia dalam kehidupan ini.

Dear Diary…

Membina sebuah pertemanan memang sangat menyenangkan. Dalam hubungan pertemanan, setiap orang pasti punya caranya sendiri yang berbeda, karena setiap orang karakternya kan beda-beda ya. Ada yang keras, ada yang lembut, ada juga orang yang dari cara senyumnya aja, gak usah ngomong banyak, tapi malah kena. Tapi kadang kita membutuhkan seorang teman yang bisa jadi pendengar yang baik saat kita mengeluh…they don’t need to say anything, just the fact you’re there there, dan hanya mengatakan I’m here im your friend , I’m accept you in good and bad times. Kadang kita juga membutuhkan loh temen yang kayak gini : eh loe…. gw kasih tau ya, loe harusnya kayak gini, dan itu wajar-wajar aja…..biasanya dengan ibu atau ayah kita, atau sahabat yang sangat dekat, pasti kita pernah mengalami seperti ini kan. Tapi ada beberapa orang juga yang nggak mau di “ajarin” , karena merasa ini adalah hidupnya…kenapa harus diatur sama orang lain.

Intinya ….Semua orang punya karakter yang berbeda, tinggal bagaimana kita menyesuaikan dengan keadaan ini. Saya punya temen yang menurut saya mereka adalah orang yang sangat eksplosif, sangat fun, there just like a rollercaster, tapi ada juga loo teman saya yang lain sangat lemah lembut, kalo ngomong ngirit, jadi kita kayaknya salting sendiri. Itulah karakter manusia, gak bakalan sama. But true friends will accept you no matter what….

Dear Diary…

Kemarin saya ketemu sama seorang temen, tau kan si A itu loooo yang suka hemmm….yah begitu deh.. Aduh maaf yaah…Tapi saat bertemu A ini, di otak saya hanya ada dua hal. Apakah saya harus menghindarinya karena saya nggak mau berdebat dengannya atau saya harus menghadapinya dengan melakukan konfrontasi.

Ya…Itu kan pilihan kita saat menghadapi hal-hal yang nggak sesuai dengan diri kita. Dan seringkali kita memilih untuk menghindar daripada berkonfrontasi. Itu juga yang saya alami dan mungkiiin dulu saya memilih untuk menghindarinya. Tapiii…kemarin itu saya mencoba memilih untuk menghadapinya…

Yaaahhhh…. mungkin saya kurang suka sama orang itu, saya juga nggak nyaman dengan keadaan ini, tapi ini adalah cara yang yang harus saya pilih, dan saya harus bicara langsung dengan si A dengan bilang : “Aduuh sorry banget yaaa….tapi saya sebagai teman yang baik saya tetap menghormati kamu, tapi saya kurang suka dengan apa yang kamu lakukan, mudah-mudahan kamu bisa terima masukan saya. I ‘m not here to judge you, I’m not here to change you, but this is me, and hopefully you are understand where I’m coming from. Saya tetap menghormati kamu. Intinya saya belajar untuk berbicara apa yang saya rasa benar dan Alhamdulillah dia menerimanya dengan baik.

Satu hal yang saya pelajari juga meskipun saya memberikan masukan, sebagai teman yang baik kita juga harus berjiwa besar untuk menerima kritikan maupun masukan darimanapun dan dari siapapun juga….

Dear Diary…

Setiap orang pasti punya jalan hidupnya masing-masing dan saya percaya bahwa semua yang terjadi memiliki tujuan. Karena sudah ditentukan oleh Allah. Sehingga semua hal yang terjadi dalam kehidupan ini, seringkali sulit kita pahami dengan akal dan logika kita.

Apalagi terkadang Allah mendidik kita dengan cara yang sulit kita tebak. Allah mendidik kita dengan cara Nya sendiri, cara yang unik. Itu juga yang terjadi dalam kehidupan saya, dan hal itu sering saya pertanyakan.

Sometimes…I really don’t get it. Why.. oooo why.. tapi itulah perjalanan hidup. Kita gak bakalan tau, rahasia hidup kita, sampai kita mati nanti…

Misalnya.. kenapa gak dari dulu aja saya ketemu saya ketemu Mas Agus, atau kenapa gak dari dulu aja saya berhijab, pasti hidup saya akan lebih sempurna..ya kan? But I’m sure everything has a reason…dan Timing nya Allah lbh sempurna dibanding Timing saya sendiri. Kesempurnaan itu hanya milik Allah.

For me..that just shows Allah has a really good sense of humor…sometimes you may not get it but sometimes you do… I don’t have all the answers, tapi dalam kehidupan ini kita berhak untuk selalu mencari dan belajar.

Hanya dengan beriman sajalah kita bisa memahami kehidupan ini..

Ini adalah cara bagaimana Tuhan melatih kita, it’s just gonna be like that until you get it. Get it..